Klimakterium dan Sengama

Klimakterium dan Sengama

Klimakterium dan Sengama

Masa Subur Masa Produksi. Biasanya wanita mengalami haid pertama pada usia 11 dan 15 tahun. Mula-mula, masa haid pertama kali datang tidak teratur, dan akan teratur kurang lebih satu bulan sekali, yang di sebut normal bisa berjarak antara 21 dan 35 hari. Pada umumnya, setelah seoarang wanita haid, dia bisa melahirkan; dia bisa dikatogorikan pada masa reproduksi. Masa itu berlaku sampai usia 45-50 tahun, bahkan ada yang sampai 55 tahun. Setelah itu, dia tidak akkan mengalami haid lagi, dan ini di sebut mati haid dan tidak mungkin melahirkan lagi.

Masa Peralihan, Klimakterium

Saat menjelang haid terahir bagi seorang wanita adalah masa sulit yang harus dia alminya. Masa tersebut bisa di artikan masa peralihan atau klimak-terium. Masa-masa tersebut bisa datang dengan berbagai gejala, antara lain rasa panas seperti terbakar pada dada atas, leher dan seluruh muka yang datang secara tiba-tiba. Kemudian dada mendadak memerah dan panas sekali sehingga mengeluarkan keringat banyak. Kejadian demikian bisa berlangsung selama beberapa menit, kemudian hilang dengan sendirinya. Peristiwa itu bisa dialami beberapa kali sehari. Apa bila gejala itu datang pada malam hari, tentu saja bisa menganggu tidur si penderita.

Keluhan yang lain yang bisa di rasakan ialah pusing seperti berputar-putar, Kesemutan pada kaki, tangan, sakit pingang dan sering capek merupakan gejala yang paling sering di dapat pada wanita menjelang mati haid. Apabila di kemudian hari wanita mati haid mengeluarkan darah lagi dari vagina, entah tanpa sebab, entah sesudah sengama, kita harus waspada dan wanita ini harus segera ke dokter, kekuwatiran kemungkinan adanya sesuatu tumor jinak, atau mungkin pula kanker rahim.

Di samping itu pula, perlu diketahui, bahwa banyak juga wanita memasuki masa mati haid tersebut tanpa keluhahan sama sekali: bulan ini haid seperti biasa, baik saat datangnya maupunĀ  banyaknya, bulan berikutnya dan seterusnya tidak pernah lagi mengeluarkan darah dari vagina.

Produksi Hormon Berhenti

Secara faali atau secara biologik, mati haid berarti bahwa induk telur ovarium tidak mengeluarkan telur dan hormon, rahim juga tidak lagi mengeluarkan selaput dalamnya secara periodik atau yang di sebut haid. Hal itu saat wanita bertambah tua.

Tidak adanya hormon-hormon tadi menjadikan kulit menjadi kering dan keriput, payudara menjadi mengantung dan kempes,, tidak kenyal seperti semula. Bulu-bulu tubuh menjadi jarang, dan lebih penting lagi dinding vagina menjadi tipis, pelumasan vagina pada klenjer stempat berkurang, sehinga vagina menjadi kering, mengendur dan hilang kekenyalanya. Semua itu bisa menyebabkan sengama yang semula di nanti-nantikan, pada saat usia senja bisa menjadi suatu penderitaan karena sakit, bahkan bisa menyebabkan lecet dan menimbulkan pendarahan. Hal ini terutama terjadi pada wanita yang seksualnya tidak aktif. Mereka secara teratur berhubungan seks, akan menikmati seks lebih lama dari pada mereka kurang aktif berhubungan seks. Alat-alat kelamin juga lebih lama bertahan dan tidak cepat mengisut, apa bila di gunakan secara tertur.

Gairah Pada Pria

Naluri seks pada tubuh pria lebih nyata dan lebih kuat. Perangsangan dapat timbul setiap saat dan bis terjadi cepat, bisa timbul tidak di sadari. Pada tubuh, pusatnya pada penis, yang menjadi besar panjang dan keras, kaku dan ereksi keatas, dan kadang ingin membuatnya ejakulas. Pada umumnya, ereksi ini tidak selalu berahir dengan ejakulas. Adanya paduhan cinta dan kasih sayang akan menciptakan suatu perasaan yang mendalam Seoarang pria dewasa dapat megabungkan kecerdasanya dan seksualitasnya untuk emperoleh suatu hubungan yang di dasarkan oleh suatu perasaan pengertian dan kasih sayang.

Gairah Pada Wanita

Perasaan seksual wanita berbeda pada pria. Umumnya, pada wanita seksualitasnya terjadi pada perangsangan yang lebih lambat, tidak seiring atau senyata pada pria. Akan tetapi, sekali terang saja, perasaanya akan kuat ssekali. Bagi wanita, Seks merupakan akibat adanya cinta; Sekalipu begitu ia membuktikan dengan berbagi cara di samping segama. Oleh karna itulah, pada umunya keinginan seseorang wanita untuk berhubungan seks pada waktu-waktu tertentu lebih jarang dari pada pria. Umunya wanita ingin memberi dan menerima cinta dan kasih sayang sepanjang waktu.

Rate this article!
Klimakterium dan Sengama,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: