Jajak Pendapat Tentang Orgasme

Jajak Pendapat Tentang Orgasme

Jajak Pendapat Tentang Orgasme

Jajak Pendapat Tentang Orgasme ini bersifat informal, hanya menjaring 38 responden wanita. Hasilnya, di bagi menjadi dua kelompok menurut usia pernikahan. Kelompok A dengan rentang usia pernikahan 4 bulan sampai 5 tahun, dan kelompok B telah menikah 5 sampai 20 tahun.

Jajak Pendapat Tentang Orgasme

1. Pernahkah Anda Menolak Ajakan Suami Untuk Bersengama

Dari sekelompok A ada 4 orang yang memilih tidak pernah. Tapi 10 lainya darii kelompok yang sama justru menyatakan sering menolak. Sedangkan sekelompok B hanya dua orang yang sering menolak. Mungkin perbedaan ini menegaskan teori para pakar bahkan makin lama seks makin lama dinikmati sehingga makin jarang di tolak.

2. Mengapa Istri Menolak?

Menarik, karna lagi-lagi menegaskan bahwa makin lama kualitas hubungan tampaknya lebih baik jawabanya dengan alasan biologis sedang haid, lelah, atau sakit, berimbang antara kelompok A dan B sama-sama 10 responden. Namun menolak karena alasan emosional kecewa marah pada suami lebih banyak dialami kelompok pernikahan A yang lebih muda 8 reponden di bandingkan B 1 responden. Sedangkan menolak karna bosan, diajukan 2 responden dari kelompok A dan 3 dari kelompok B. Hanya 1 responden dari kelompok A yang mengatakan menolak karena merasa tidak menikmatinya.

3. Apa Arti Sengama Bagi Istri?

Lagi-lagi usia pernikahan tampaknya punya andil memperbaiki kwalitas bersengama. Ada 6 responden dari sekelompok A yang menyatakan bahwa sengama bagi mereka tidak lebih dari kewajiban yang tidak bisa dinikmati. Sedangkan dari sekelompok B hanya 1 orang yang merasa demikian. Selanjutnya, hanya dari 2 orang dari sekelompok A yang merasakan itu sebagai kewajiban yang memberikan kenikmatan dan ada 6 orang dari sekelompok istri yang lebih senior yang merasa demikian.

4. Bagaimana Istri Memandang Orgasme?

Tampaknya, orgasme lebih mudah dinikmati sekelompok yang sudah menikah lebih lama. Buktinya, ada 7 orang dari kelompok A yang merasa masih penasaran karna tidak bisa mencapainya, sedangkan dari sekelompok B hanya 2. Dari kedua kelompok, secara mayoritas (A: 13 orang responden dan B: 11 responden) merasa orgasme tidak terlalu penting, asalkan sengama bisa dinikmati oleh kedua pihak. Sengama masih diandalkan sebagai perekat hubungan.

5. Bagai Mana Wanita Memandang Hambatan Mereka Dalam Menikmati Sengama?

Suasana hati yang sedan tidak nyaman mendominasi jawaban kedua kelompok 14 responden dari kelompok A dan 11 responden dari kelompok B. Sedangkan yang merasakan hambatan itu datang dari suami dari ejakulasi yang terlalu cepat, dirasakan oleh 8 responden di kelompok A dan hanya 5 responden dari kelompok B. Tapi masing-masing 1 responden dari tiap kelompok yang merasa suami kurang pandai membangkitan gairah.

6. Bagaimana Soal keterbukaan Komunikasi Suami-Istri?

Semua setuju akan pentingnya keterbukaan dan mayoritas merasa mudah-mudah saja terbuka soal ini 21 responden dari kedua kelompok. Namun yang setuju terbuka, tetap sulit untuk memeratekanya lebih datang dari kelompok A 10 responden di bandingkan dengan kelompok B 4 responden.

Jajak Pendapat Tentang Orgasme

Kebiasaan Suami Yang di Sukai Istri

  • Penuh Perhatian.
  • Merayu dulu sebelum memulai.
  • Foreplay yang lama.
  • Pandai Menyentuh di bagian-bagian peka.
  • Ngobrol dulu sebelum bercumbu.
  • Menyiptakan suasana yang menyenangkan.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menanyakan apa yang diinginkan.
  • Mandi bersama setelah bercinta.
  • Memberikan pujian.
  • Ngobrol membahas tentang percintaan itu sendiri.

Kebiasaan Suami yang Tidak Disenangi Istri

  • Langsung tertidur stelah bercinta.
  • Bersikap manis hanya ditempat tidur, tapi acuh di luar.
  • Bergerak terburu-buru.
  • Menyebut nama wanita lain sedang bersengama.
  • Tidak perduli situasi dan kondisi apabila sudah dikuasai keinginan untuk bercinta.
  • Kurang aktif dalam tahap foreplay.
  • Mengajak sengama pada saat istri tidur nyenyak.

Nah.., Itulah artikel tentang Jajak Pendapat Tentang Orgasme, semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga: 5 Cara Seks Sehat untuk Lansia

Rate this article!
author

Author: